Breaking News
Loading...
Jumat, 09 April 2010

Info Post
Mungkin tulisan ini sekedar argumentasi dari penulis atau narasi yang kebelingger dari penulis karena telah jenuh melihat kemunafikan para elit pemerintah. Akhir-akhir ini penulis mengamati dari beberapa berita dari media-media baik cetak maupun elektronik bahwa Negara yang menjadi tempat penulis bernaung telah mengalami keterpurukan pemerintahan. Kita semua dapat melihat, mendengar, dan membaca dari berita-berita yang terkabari saat ini bahwa para elit pemerintahan Negara ini sekarang seakan-akan berlomba menjadi siapa yang benar atau paling jujur, meniru pahlawan-pahlawan dalam komik-komik anak-anak atau dongeng-dongeng sejarah yang terdapat dalam bacaan anak-anak balita. Kemudian para elit juga saat ini seakan kehilangan arah mengenai tugas yang harus dilakukan untuk membangun Negara ini kearah yang sudah dicita-citakan oleh para pejuang kemerdekaan Negara ini.

Namun dari "sandiwara" elit pemerintahaan, ada yang tidak kalah lucu juga dari itu, yaitu pada saat ini PARPOL yang sebagai katanya "pembela kepentingan rakyat" berlomba-lomba untuk menarik simpati rakyat dengan cara-cara tidak elegan, dengan ikut-ikutan menjadi "pahlawan kesiangan" guna kepentingan rakyat. Padahal menurut penulis parpol tersebut hanya mencari kepentingan untuk kekuasaan saja, ketika mereka mencapai puncak kekuasaan mereka pasti terkena amnesia sesaat. Parpol yang ada di Negara ini didirikan berdasarkan ideologi-ideologi yang mereka percaya bahwa dengan ideologi tersebut mereka bisa membela kepentingan rakyat, tapi penulis berfikir yang mereka bela selama ini rakyat yang mana, rakyat yang berdasi, atau rakyat yang berjalan kaki. Kalau mereka membela rakyat berdasi ya jelas mereka akan menjadikan rakyat tersebut sebagai patner in crime dalam pemerintahan, kalau rakyat yang berjalan kaki yang mereka bela pasti arah negara ini yang sebagaimana dicita-citakan oleh para pejuang kemerdekaan pastilah tidak ada lagi keluhan dari masyarakat/publik. Kalau seperti itu penulis jadi bingung mesti memilih siapa pada saat PEMILU yang katanya pesta demokrasinya rakyat.

Buruknya birokrasi "sistem pemerintahan" pada era saat ini adalah disebabkan oleh kepentingan golongan yang dibuat oleh pemrintah, bisa dilihat pemerintah mengkotak-kotakkan Politik saat ini yaitu dengan sebutan Koalisi yang mendukung pemrintahan dan Oposisi yang mengkritik pemerintahan. Bila ini dilihat secara sadar oleh penulis ini merupakan tontonan perebutan kekuasaan pemerintahan, dan pemerintah merasa tertolong dengan Parpol yang berkoalisi pemerintah. Pemerintahan  sekarang kebelingger dari pada penulis itu juga menrut penulis, karena pemerintah hanya mencari pengamanan pemerintahan saja tanpa peduli kepada rakyat yang memilih pemerintahaan saat ini. Tindakan pemerintah sekarang bisa dilihat dimana pemerintah bertindak seakan menutupi kesalahan apabila telah diketahui oleh publik yang mana keslahan tersebut dibuat oleh era sistem pemerintahan saat ini. Penulis melihat tidak adanya sistem kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan oleh wakil rakyat dan membuat rakyat sendiri meragukan kredebilitas wakil rakyat yang dipilih mereka dalam PEMILU, wakil rakyat sibuk dengan "meminta" jatah kekuasaan pemerintahaan.

Pemerintah saat ini seakan lupa dengan tujuan dibentuknya NKRI yang tercantum dan tersurat dalam Alenia ke-4 pembukaan UUD '45. Kemanakah pemerintahaan saat ini? apakah pemerintah telah melakukan hal-hal yang termasuk dalam Alenia ke-4 pembukaan UUD '45 tersebut. Kalau pemerintah sudah melakukan hal tersebut, dimana pemerintah ketika banyak bayi menangis kelaparan? dimana pemerintah saat anak-anak bercita-cita sekolah yang baik untuk menjamin masa depan mereka? dimana pemerintah saat jutaan ribu pemuda/i menggangur? dimana pemerintah saat hukum mulai diragukan oleh rakyatnya? dimana pemerintah saat semua kebijakaan tidak melihat kepentingan kepada rakyatnya? dan masih banyak lagi pertanyaan akan mencul. Tapi penulis telah memiliki jawabanya yaitu pemerintah berada pada elit-elit pemerintahan sendiri dan membela kepentingan eleit-elit pemerintahaan tersebut, apabila pemerintah tidak membela elit-elit tersebut maka borok/kotoran pemerintah yang selama ini telah busuk tercium oleh rakyat.

Jikalau hal ini benar adanya sungguh tinggal menunggu waktu saja Negara ini mengalami kehancuran, karena negara ini tidak lagi memliki arah pemerintahan dan berarah kepada kepentingan golongan.Wakil rakyat yang harusnya membela kepentingan rakyat malah sibuk dengan kepentingan kekuasaan yang harus meraka dapatkan. Sebenarnya Negara ini bisa kembali kearahnya sesuai dengan tujuan Alenia ke-4 pembukaan UUD '45 yaitu melalui pemuda/i Indonesia sendiri dengan menciptakan perubahan pada Negara ini, akan tetapi apakah pemuda/i sanggup dengan tantangan ini?. Jawabannya ada pada mereka Pemuda/i negara ini sendiri yang selalu membawa arah perubahan dengan cita-cita negara ini di Proklamasikan pada tanggal 17-08-1945. Kita pemuda/i Indonesia adalah PENCIPTA PERUBAHAN bukan PENUNTUT PERUBAHAN.

REVOLUSI BELUM BERAKHIR

0 komentar: