Breaking News
Loading...
Selasa, 16 Februari 2010

Info Post
Fachrul Reza Adung
Ketua Umum HUMMAN UPN "VETERAN" YOGYAKARTA 2009-2010



Quran Surat Al Baqarah ayat 34: "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan-golongan orang yang kafir" 
ayat tersebut menggambarkan bahwa orang-orang yang enggan dan takabur bahwa dialah yang layak untuk diakui derajatnya lebih tinggi tersebut, maka orang-orang tersebut seperti itui layaknya syaiton/iblis yang melakukan pembangkangan kepada Allah. SWT yang tidak melakukan sujud kepada Nabi Adam A.S. yang demi kepentingannya dikarenakan Syaoton diciptakan dari api dan dia tidak mau sujud kepada tanah.
merasa bahwa dia yang paling hebat, merasa bahwa dia yang paling tua, merasa dia paling segalanya...
coba kita sadari bahwa di balik itu semua masih ada yang paling maha yaitu ALLAH. SWT.
jadi manusia memperebutkan harta, tahta atau wanita atau apapun itu inggat semuanya itu tidak kekal karena suatu saat nanti itu akan semua hilang dan akan lenyap kecuali Allah.SWT.
ingat itu wahai teman-teman/kawan-kawanku....
jangalah kita memperebutkan  suatu hal yang itu entah bermanfaat bagi kita atau tidak, kita sudah membuat permusuhan dengan saudara-saudar kita lainnya...
maka coba renungkan pertanyaan-pertanyaan yang saya coba rangkum dari suatu masalah politik untuk sebuah kepentingan...???

1. apakah benar hampir semua manusia menggunakan topeng untuk kepentinga kelompok atau pribadinya demi suatu ambisi yang entah ambisi itu bermanfaat bagi dirinya atau kelompoknya...???
2. apakah benar begitu naif orang-orang yang berada dalam politik sehingga menghalalkan segala upaya untuk sebuah kepentingan yang belum tentu itu bermanfaat bagi dirinya...???
3. apakah benar dalam dalam berpolitik, seseorang dulu yang sangat akrab baginya dan sangat penting bagi hidupnya "dilupakan" apabila dia telah mencapai kekuasaan atau mencapai kekalahan yang diperolehnya???
4. apakah benar didalam berpolitik harus memandang status, usia, dan golongan dan orang di bawahnya harus mengakui bahwa dia lah yang layak berkuasa...???

sungguh-sungguh diluar dugaan bila itu benar adanya!!!
semoga dengan timbulnya pertanyaan ini, kita dapat merenungkan sesaat dan kita tinjau lagi pribadi kita masing-masing dalam berpolitik...
jangan sampai politik yang begitu indahnya bila kita jalankan dirusak oleh oknum-oknum yang ingin merusak citra politik.
saya mengambil contoh dari segi politik karena politik itu sering dibuat menjadi kotor oleh oknum-oknum yang ingin meraih kepentingan didalamnya, maka dengan sedikit tulisan yang tidak berarti ini dapat meluruskan niat kita dalam berpolitik...
Disini dapat kita renungkan esensi dari apa yang kita perebutkan itu tidak mendapatkan suatu manfaat malah mendatangkan kemurkaan dari Allah. SWT. apabila kita semua mampu menurunkan ego kita tidak memperebutkan suatu pengakuan dari pihak-pihak yang dibawah kita atau yang kalah saat dalam pertandingan, semua itu tidak terjadi.apabila kita  tidak melakukan hal-hal tersebut, kita semua bukan lah termasuk orang-orang golongan kafir atau iblis.
saatnya kita bergandeng tangan untuk bersatu menjadi lebih kuat dan baik, karena beragam untuk menjadi satu itu lebih baik, dari pada bersatu tapi menimbulkan keberagamaan...

0 komentar: