Breaking News
Loading...
Sabtu, 19 Desember 2009

Info Post
Fachrul Reza Adung


Ketua Umum HUMMAN UPN "VETERAN" YOGYAKARTA 2009-2010


Keaktifan mahasiswa dalam hal bidang apapun saat ini sangat lah menurun, ini merupakan akibat dari siapa...???. Dosen, mahasiswa, atau sistem pendidikan saat ini, bila saling menyalahkan maka tidak akan menemukan suatu benang merah pada masalah tersebut. Sedangkan pada saaat ini dunia usaha atau dunia kerja memerlukan orang-orang yang benar aktif untuk mencari suatu yang berbeda dari kebanyakan orang lain atau lebih dikenal dengan soft skill.
Dengan banyaknya tantangan seperti budaya konsumtif, dan pergaulan bebas menjadi tantangan mahasiswa secara umumnya, untuk melangkah kejenjang selanjutnya, kerja atau usaha...???. Dua hal ini yang sering menjadi permasalahan di dalam setiap pemikiran mahasiswa. Apakah yang bisa mendapatkan peluang tersebut hanya kalangan mahasiswa golongan tertentu, bagaimana dengan mahsiswa yang tidak termasuk dalam golongan tersebut.
Pengkotakan mahasiswa memang sudah terjadi sejak dulu, yaitu mulai dari mahsiswa yang aktif dibidang organisasi baik intern kampus maupun eksteren kampus dan mahasiswa yang hanya sekedar kuliah. Hal tersebut diatas sudah dibahas bahwa peluang bekerja dan peluang usaha terbuka lebar bagi mahasiswa-mahasiswa yang notabenenya adalah aktivis dan mereka yang sangat dibutuhkan dalam dunia tersebut karena memiliki soft skill yang berbeda dengan mahasiswa kebanyakan yang hanya mengenal kuliah saja. Di dalam organisasi mahasiswa belajar berbagai soft skill atau keterampilan yang tidak diperoleh di bangku kuliah. Keterampilan seperti menghadapi konflik dan membentuk komunikasi itu terbukti dibutuhkan dalam dunia kerja.
Bagaimana peluang bagi mahasiswa yang diluar organisasi baik intern maupun ekstern kampus tetapi mahasiswa yang aktif dikelas dan mempunyai IPK diatas rata-rata mahsiswa lainnya. Berikut data hasil survei tahun 2002 oleh NACE USA (National Association of Colleges and Employers) pada tahun di Amerika Serikat, mengenai kualitas lulusan perguruan tinggi yang diharapkan:

1. Kemampuan berkomunikasi 4.69
2. Kejujuran / Integritas 4.59
3. Kemampuan bekerja sama 4.54
4. Kemampuan interpersonal 4.5
5. Etos kerja yang baik 4.46
6. Memiliki motivasi / berinisiatif 4.42
7. Mampu beradaptasi 4.41
8. Kemampuan analitikal 4.36
9. Kemampuan komputer 4.21
10.Kemampuan berorganisasi 4.05
11.Berorientasi pada detail 4
12.Kemampuan memimpin 3.97
13.Percaya diri 3.95
14.Berkepribadian ramah 3.85
15.Sopan / beretika 3.82
16.Bijaksana 3.75
17.IP (≥ 3.0) 3.68
18.Kreatif 3.59
19.Humoris 3.25
20.Kemampuan entrepreneurship 3.23
*Skala 1-5 (5 tertinggi)

Tabel Hasil Survei NACE USA Mengenai Kualitas Lulusan Perguruan Tinggi yang diharapkan dari hasil diperoleh kesimpulan bahwa IP hanyalah nomor 17 dari 20 kualitas yang dianggap penting dari seorang lulusan universitas. Kualitas yang menempati peringkat atas justru hal-hal yang kadang dianggap sekadar basa-basi ketika tertulis di iklan lowongan kerja ataupun peluang usaha.Terlepas dari apakah Anda ingin bekerja pada orang lain atau membuka usaha sendiri soft skills akan sangat berguna. Pada umumnya apa yang selama ini kita dapatkan di dalam perkuliahan yang nantinya kita akan pakai setelah lulus dari perguruan tinggi hanya 5 % -10 % saja, kecuali Anda memilih untuk menjadi dosen di jurusan dimana Anda kuliah atau Anda bekerja sesuai bidang (tapi jarang). Namun bukan berarti mempelajari perlajaran-peljaran tersebut tidak berguna, dengan cara mempelajari pelajaran-pelajaran tersebut, (sense) kita akan terlatih dalam menghadapi masalah dalam dunia kerja. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa dapat mengasah soft skills dengan cara menyeimbangkan aktivitas akademik dan non-akademik, cobalah kembangkan environment sense Anda, banyak belajar dari alam dan kejadian-kejadian yang Anda alami setiap hari.
Setiap manusia pasti memiliki tujuan hidup masing-masing, untuk menggapai tujuan/cita-cita hidup tersebut kita pasti menemui berbagai hambatan atau rintangan. Hal ini merupakan hal yang wajar, karena hambatan/rintangan merupakan bumbu-bumbu penyedap dalam kehidupan. Hambatan-hambatan tersebut datang dari diri sendiri (internal). Oleh karena itu usaha dan perjuangan untuk memerangi hambatan tersebut sangat bergantung pada individu yang bersangkutan.
Maka hal ini lah yang mudah-mudahan bisa merubah pemikiran mahasiswa yang dulunya hanya sekedar kuliah pulang – kuliah pulang (KUPU-KUPU) dan tidak bisa mengaplikasikan apa yang diperoleh mahsiswa pada saat mahasiswa tersebut berada di perguruan tinggi, menjadi mahasiswa yang tidak sekedar kuliah pulang – kuliah pulang (KUPU-KUPU) dan menjadi mahsiswa yang berpikiran untuk maju “kritis”.

0 komentar: