Breaking News
Loading...
Rabu, 22 Desember 2010

Info Post
Peran media semenjak zaman reformasi sangat sentral pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat Indonesia, ini dibuktikan dengan informasi-informasi yang sangat transfran dan terpecaya yang dibritkan oleh media. Media memberikan informasi kepada masyrakat dari yang tidak peduli menjadi peduli dari yang tidak tahu menjadi tahu segala sesuatunya, di era keterbukaan informasi saat ini masyrakat sanggat lah mudah untuk mendapatkan informasi berbagaihal baik itu dari media cetak maupun elektronik  dengan sedikit “memindahkan jarinya” maka akan mendapatkan informasi yang diinginkan. Tidak seperti pada zaman orde baru ataupun orde lama, yang mendapatkan informasi hanya kalangan tertentu bahkan seakan-akan informasi di tutup-tutupi agar tidak diketahui oleh halayak “masyarakat” banyak, karena apabila informasi itu sampai terdengar oleh masyarakat maka akan terjadi suatu perubahaan yang sangat subtansial pada suatu masalah.
Media pada saat zaman orde baru, berita yang akan diberitkan haruslah melalui penyaringan Departemen Penerangan yang harus memilah-milah mana berita yang akan diberitkan. Sekarang keadaan tersebutlah sudah menjadi langka karena Media telah memiliki UU Pers yaitu mengenai kebebasan pers. Dimana Pers dapat memberitkan segala hal baik itu buruk atau baik mengenai suatu hal yang akan diberitakan.
Apabila kita melihat media-media elektronik seperti halnya Stasiun televise saat ini pemberitaannya sudah beragam tidak lagi adanya penyeragaman pemberitaan, akan tetapi sangat disayangkan kebanyakan media “Televisi-televisi” tersebut dimiliki oleh penguasa partai politik tertentu, sehingga terjadi pemberitaan yang melindungi pemerintahaan dan ada juga yang mencela pemerintahan apakah ini baik untuk system demokrasi di Negara ini. Seakan media-media ini mereka yang memprovokator masyarakat apabila kebijakan-kebijakan tidak sesuai dengan kepentingan-kepentingan elit-elit politik yang berkuasa atas media tersebut, mereka seakan juga membuat pengalihan isu agar masyarkat lupa akan masalah-masalah yang lebih penting di negara ini.
Baru-baru ini mengenai RUUK DIY yang menjadi pemberitaan stasiun televisi nasional apakah ini saja peran media, padahal masih banyak hal yang perlu di informasikan oleh media, baik itu mengenai Korupsi, hokum, ekonomi, kasus centry yang belum terselesaikan samapai sekarang, bahkan korban lumpur sidoarjo yang samapai sekarang belum ada penyelesaiannya. Masyarakat sudah jemu dengan pemebritaan yang setiap hari hanya masalah saja yang dihadirkan oleh media-media nasional tersebut, apakah ini peran edukasi demokrasi yang diberikan oleh media, yang hanya menghadirkan konflik dan ketidakbecusan pemerintahan Negara ini dalam hal mencerdaskan dan mensejahterakan rakyatnya yang sesuai dengan amanat UUD ’45. Seandainya media mengetahui, seharusnya media merupakan salah satu penyambung lidah rakyat, yang mereka tidak mampu menyampaikannya atau tidak tahu harus mengadu kemana disaat nasib meraka di terbengkalaikan oleh pemerintah yang sibuk dengan urusan perut merka sendiri. Semoga Media mampu mencerdaskan masyarakat agar demokrasi di Negara sesuai yang dicita-citakan bukan untuk memprovokasi masyrakat.
Semoga Media yang berada Indonesia semakin dapat membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan berita-berita yang mengedukasi masyarakat bukannya malah menjadi "memprovokasi" masyarakat.  Sudah saatnya masyarakat kita menyimak berita-berita yang baik dari negara ini bukan berita konflik-konflik dan mendengar berita tentang bobroknya negara ini akibat demokrasi yang masih belajar di negara ini.

0 komentar: