Breaking News
Loading...
Selasa, 30 Juni 2009

Info Post
Fachrul Reza Adung


Ketua Umum HUMMAN UPN "VETERAN" YOGYAKARTA 2009-2010


Sebenarnya motivasi kita kuliah sebenarnya untuk apa? Mungkin ini pertanyaan yang simpel dan klise akan tetapi pertanyaan ini tidak bisa kita anggap sebagai simpel atau pun klise, karena untuk mengungkapkannya perlu alasan yang benar-benar perlu kita pikirkan sejenak. Mungkin dari perntanyaan tersebut ada yang menjawab motivasi kuliah saya: pengen aja bukannya setelah lulus SMA kita mesti kuliah, ada juga mungkin menjawab kayaknya menjadi mahasiswa itu keren, dan biar dapat kerja yang layak. Dari sekian jawaban tersebut mungkin dapat disimpulkan jawaban tersebut dari golongan yang mampu orang tuannya untuk membiyai mereka kuliah. Bagaimana teman-teman kita yang “maaf” orang tuanya yang tidak beruntung untuk membiyai kuliah anaknya. Mungkin banyak anak-anak yang kurang beruntung tersebut mungkin menjawabnya bila mereka diberi pertanyaan tersebut: kuliah merupakan cita-cita saya dari kecil untuk menjadi sarjana, dan mereka yakin bahwa ilmu yang didapat oleh mereka akan menjadi harta terbaik untuk mereka kelak dikemudian hari.

Sebagian kita bercita-cita untuk menjadi ini itu ataupun sebaginya setelah kita lulus atau tamat nanti, tapi taukah kita semua bahwa teman-teman kita yang kurang beruntung untuk meraih pendidikan atupun sekolah adalah suatu cita-cita mereka. Apakah kita selama ini patut untuk dicap sebagai mahasiswa/i yang katanya sedang kuliah di sebuah Universitas dengan kehidupan kita yang menyianyiakan kuliah kita selama ini. Kehidupan yang penuh dengan hura-hura, mahasiswa/i yang hanya “maaf” untuk mengenjar presensi agar dapat mengikuti UTS/UAS, tanpa menghiraukan ilmu yang telah ditransfer oleh para dosen selama ini, ataupun hanya sekedar menjadi ratu/raja fashion di kampus.

Bila kita melihat teman-teman kita yang kurang beruntung mereka sampai menyodorkan sebuah amplop untuk meminta bantuan biaya untuk masuk sekolah, dan ada juga mereka tanpa mengenal waktu untuk bekerja serabotan untuk biaya sekolah yang katanya semakin lama semakin mahal. Mereka melakukan semua itu untuk berjuang keras membiyai pendidikan atau mengenyam pendidikan yang selama ini dimimpikan teman-teman kita.

Sebaiknya kita jangan menjadi mahasiswa/i yang hanya mampu menghambur-hamburkan uang orang tua kita, atau menjadi mahasiswa/i yang hanya mampu mengkritik dan berteriak-teriak bahwa kita yang paling benar hanya ditempat dimana dipandang, merasa dihargai ataupun merasa dikenal oleh teman-teman kita dikampus tanpa mengetahui bagaimana proses/peraturan dijalankan, dan hanya menjadi mahasiswa/i kuliah-pulang kuliah-pulang (KUPU-KUPU) ataupun hanya bergaul dengan teman-teman satu kelompoknya.

Apabila motivasi kuliah kita mengebu-gebu hilang seakan ditelan bumi, yang perlu disalahkan siapa sebenarnya, apakah sistem pendidikan, dosen, lingkungan atau mahasiswa/i . Sebenarnya kita tidak perlu saling menyalahkan satu sama lain, coba bercermin pada diri kita sendiri apakah kita patut menyalahkan pihak-pihak tersebut, coba pandang diri kita apakah kita manusia tidak berdosa atau kita bukan mahluk yang tidak pernah melakukan dosa maka kita mempunyai landasan untuk menyalahkan pihak-pihak tersebut, dan menuntut harus adanya pihak-pihak yang patut untuk mempertangungjawabkan hal tersebut.

Kita mempunyai cara sebagimana mahasiswa/i yang katanya kaum intelek, agents of change, agen of development atau apapun itu, untuk meluruskan motivasi tersebut dengan cara berdiskusi atau intropreksi diri sendiri bukanya saling menyalahkan dan mengkritik tanpa adanya solusi. Coba tanamkan kepada diri kita semua, tentang motivasi kuliah yang sebenarnya seperti tanaman yang tumbuh, tumbuh menjulang tinggi seakan menyentuh langit, dan mampu mendekati matahari, bahwa ilmu yang kita pelajari menjadi harta terbaik kelak dikemudian hari. Agar kita semua tahu betapa bersyukurnya kita karena mampu untuk mengeyam pendidikan yang lebih sedikit layak dari teman-teman kita yang kurang beruntung di INDONESIA

0 komentar: